Senin, 29 Februari 2016

Pembelajaran Luar Sekolah ke Solo




Pembelajaran Luar Sekolah ke Solo
        Pasa hari Selasa, tanggal 16 Februari 2016, SMA Negeri 2 Magelang mengadakan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) ke Solo. PLS tersebut dilaksanakan di PT. Sri Rejeki Isman Tekstil di Jalan K.H. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo 57511, Solo, Jawa Tengah, Kabupaten Solo dan di Museum Sangiran di daerah Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
            Peserta terdiri dari siswa-siswi kelas X dan Bapak Lbu guru pendamping. Kendaraan yang kami pakai adalah Bus. Pembagian bus diatur sesuai kelompok. Tiap satu kelas terdiri dari 6 kelompok yang sesuai dengan nomor bus. Setiap bus diisi oleh kelompok tertentu dan para guru pendamping.
            Paginya seluruh peserta diharapkan berkumpul di SMAN 2 Magelang pada pukul 06.30. awalnya kami menunggu di area sekolah, namun setelah beberapa menit, kami disuruh menungggu di dekat jalan supaya jikala bus sudah sampai , kami bisa langsung naik. Setelah bus dating, kamipun segera masuk ke bus kami masing-masing.

Kunjungan ke PT.Sritex dan Museum Sangiran
1.     PT.Sri Rejeki Isman Tekstil
Tempat tujuan kami yang pertama adalah PT.Sritex. kami tiba disana sekitar pukul 11.00. setelah sampai disana kami langsung dipersilahkan untuk memasuki salah satu gedung di pabrik tersebut.
PT. Sri Rejeki Isman Tekstil(PT.Sritex) berlokasi di Jalan K.H. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo 57511, Solo, Jawa Tengah, Kabupaten Solo.    Awalnya Perusahaan Sritex merupakan sebuah toko yang berada di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, yang didirikan oleh H. M. Lukminto bersama istrinya bernama Toko Sri Rejeki. Kerena usaha ini dibangun dengan kerja keras, ketekunan, dan memiliki manajemen yang baik, usaha ini berkembang pesat.
 Hasil dari usaha ini dipergunakan untuk membeli tanah di daerah Sukaharjo. Awal dari perusahaan ini ialah pabrik tenun, tetapi seiring berjalannya waktu perusahaan ini menjadi pabrik pemintalan dan berkembang menjadi perusahaan garmen hingga saat ini. Perusahaan Sritex ini adalah perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini telah mengirimkan hasil produksi seragam militer atau ekspor ke 50 negara di dunia.
2.Museum Manusia Purba Sangiran
          Setelah mengunjungi PT.Sritex, kami lalu melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya, yaitu Museum Manusia Purba Sangiran. Sebelumnya kami mampir ke rumah makan terlebih dahulu untuk mengambil nasi kotak. Kami makan di dalam bus sambil menikmati perjalanan. Kami tiba di Sangiran sekitar pukul 14.00 WIB.
Museum Purbakala Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo). Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.
Di museum dan situs Sangiran dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi. Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald.
Lebih menarik lagi, di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun masih dapat ditemukan hingga kini. Relatif utuh pula. Sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan.

1 komentar:

  1. Wah, mestinya Anda bisa menyertakan gambar-gambar atau foto yang mendukung dengan aspek yang Anda laporkan. Penulisan PT. tidak perlu pakai titik (.) --> PT Sritex

    BalasHapus